Lembaga Pengembangan Mutu IUQI

LPM UIB Gelar Rapat Kerja 2026, Perkuat Tata Kelola dan Budaya Mutu

Bogor, 7 September 2026 — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Bogor (UIB) menyelenggarakan Rapat Kerja 2026 pada 7–10 September 2026 di Auditorium Gedung C, Kampus UIB.

Mengusung tema “Penguatan Tata Kelola dan Budaya Mutu menuju Universitas Islam Bogor (UIB) Ummul Quro yang Unggul dan Berdaya Saing,” kegiatan ini menjadi momentum bagi UIB untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja sekaligus merumuskan strategi pengembangan universitas ke depan.

Rangkaian pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Agus Tamami, S.Ag., M.Pd.I.

Acara selanjutnya diisi dengan sambutan dari Direktur LPM UIB selaku Ketua Pelaksana, H. Fuad Ahmad Riva’i, S.Th.I., M.Pd.I.; Rektor UIB, Dr. H. Syamsul Rizal Mz., S.H.I., M.Pd.I.; serta Ketua Dewan Pengarah UIB sekaligus Pimpinan Pesantren Modern Ummul Quro, Associate Prof. Dr. KH. Saiful Falah, M.Pd.I.

Penguatan Tata Kelola dan Budaya Mutu

Dalam sambutannya, H. Fuad Ahmad Riva’i, S.Th.I., M.Pd.I. menyampaikan bahwa tema Rapat Kerja 2026 merupakan hasil evaluasi dan refleksi terhadap pelaksanaan program kerja selama satu tahun sebelumnya.

Menurutnya, Rapat Kerja menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, harmonisasi, dan kebersamaan antarunit, sekaligus membangun fondasi kelembagaan yang lebih kuat.

Kegiatan juga diarahkan pada penguatan pemahaman terhadap visi, misi, dan tujuan universitas, evaluasi kinerja, asesmen sivitas akademika, serta penyempurnaan struktur kelembagaan.

Rektor Tekankan Harmonisasi dan Penguatan SDM

Sementara itu, Rektor UIB, Dr. H. Syamsul Rizal Mz., S.H.I., M.Pd.I., menekankan pentingnya harmonisasi dan kebersamaan sebagai dasar dalam memperkuat kelembagaan UIB.

Salah satu agenda strategis yang menjadi perhatian adalah migrasi kelembagaan, yang membutuhkan kesiapan program studi, akreditasi, administrasi, dan tata kelola yang sehat.

Rektor juga menegaskan bahwa pengembangan UIB tidak cukup hanya berorientasi pada visi dan strategi, tetapi harus didukung oleh penguatan sumber daya manusia, koordinasi, dan sinergi seluruh unit.

Dorong Kemandirian dan Pengembangan Unit Usaha

Ketua Dewan Pengarah UIB sekaligus Pimpinan Pesantren Modern Ummul Quro, Associate Prof. Dr. KH. Saiful Falah, M.Pd.I., menekankan pentingnya kemandirian dan keberlanjutan lembaga.

Menurutnya, UIB perlu mengembangkan sumber pendapatan alternatif agar tidak hanya bergantung pada pendapatan dari mahasiswa dan santri. Salah satu ikhtiar yang tengah dilakukan adalah pengembangan kawasan eduwisata yang ditargetkan selesai pada akhir 2026.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat menjadi unit usaha produktif sekaligus mendukung kemandirian dan keberlanjutan pengembangan UIB.

Pemaparan VMTS dan Renstra UIB

Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan pejabat struktural oleh Dr. Moh. Asep Zakariya Ansori, Lc., M.H., kemudian pemaparan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) serta sosialisasi Rencana Strategis (Renstra) UIB.

Melalui Rapat Kerja 2026, seluruh unsur UIB diharapkan dapat menyatukan langkah, meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat budaya mutu, serta menghasilkan program kerja yang selaras dengan arah strategis universitas.

Dengan demikian, Rapat Kerja 2026 diharapkan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Universitas Islam Bogor Ummul Quro yang unggul dan berdaya saing.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top