Bogor, 7 September 2026 — Rektor Universitas Islam Bogor (UIB), Dr. H. Syamsul Rizal Mz., S.H.I., M.Pd.I., memaparkan arah pengembangan UIB dalam Rapat Kerja 2026 yang diselenggarakan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIB pada 7–10 September 2026 di Auditorium Gedung C, Kampus UIB.
Dalam pemaparannya, Rektor menegaskan bahwa pengembangan UIB diarahkan pada penguatan tata kelola, budaya mutu, kelembagaan, sumber daya manusia, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kemitraan strategis.
Materi Rapat Kerja juga memperkenalkan arah pengembangan UIB melalui Rencana Induk Pengembangan (RIP) dengan tahapan jangka panjang. Periode 2026–2031 diarahkan pada penguatan tata kelola, kemudian 2031–2036 menuju universitas unggul yang berlandaskan nilai, dan 2036–2040 diarahkan menjadi universitas berdaya saing nasional, hingga 2040–2045 menuju daya saing di kawasan ASEAN.
Konsolidasi Menjadi Fokus Tahun 2026/2027
Untuk tahun akademik 2026/2027, Rektor menjelaskan bahwa UIB memasuki tahap konsolidasi dan penataan. Fokus tersebut mencakup evaluasi kelembagaan, penataan unit kerja, penguatan koordinasi antarunit, serta penyelarasan arah pengembangan universitas.
Selain itu, dilakukan restrukturisasi dan harmonisasi tata kelola, pemetaan dan optimalisasi sumber daya, standardisasi sistem dan SOP, serta integrasi sistem informasi dan database.
Menurut Rektor, langkah tersebut menjadi fondasi penting agar seluruh unit di lingkungan UIB dapat bergerak dalam arah yang sama dan memiliki sistem kerja yang lebih efektif, terintegrasi, serta berbasis mutu.
Mendorong Mutu Pendidikan, Riset, dan Kemandirian
Dalam arah pengembangannya, UIB juga menetapkan sasaran strategis berupa peningkatan mutu dan relevansi pendidikan, penguatan penelitian dan publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan SDM, kemahasiswaan dan alumni, sarana prasarana, transformasi digital, serta penguatan kemitraan strategis.
Sejumlah target juga diarahkan pada peningkatan lulusan tepat waktu, pelaksanaan MBKM, peningkatan publikasi ilmiah, penelitian internasional, peningkatan kualifikasi akademik dan jabatan fungsional dosen, serta pengembangan berbagai program kemandirian seperti UIB Preneur, Aswaja Foundation, Sahabat UIB, dan UIB Future Leader.
Melalui pemaparan tersebut, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk menyatukan langkah dalam membangun sistem kelembagaan yang kuat dan budaya mutu yang berkelanjutan.
Rapat Kerja 2026 diharapkan menjadi momentum konsolidasi seluruh unsur UIB untuk mewujudkan Universitas Islam Bogor Ummul Quro yang unggul dan berdaya saing.